Archive for the Uncategorized Category

test 2

Posted in Uncategorized on Mei 27, 2013 by syirfan

test 2

Advertisements

Bilik Media Mahkamah Jalan Duta

Posted in Uncategorized on Mac 14, 2011 by syirfan

Tiba-tiba saya berada di bilik media Mahkamah Jalan Duta!

Dek kerana malas menunggu isteri yang sepatutnya menjemput saya di stesyen Putra, saya mengambil keputusan untuk menunggu beliau di tempat kerjanya, Mahkamah Jalan Duta.

Dapatlah saya menyelinap masuk ke bilik yang saya ketegori dimana “segala rahsia perbicaraan” berkumpul di sini. Biliknya kecil sahaja tetapi saya rasa mampu memuatkan lebih dari 30 wartawan dalam keadaan sendat dalam satu satu masa.

Tika saya hadir, mereka sibuk dalam tugasan masing masing terutamanya membuat laporan kes Teo Beng Hok yang sedang sibuk dibicarakan. Apa yang boleh saya katakan, mereka inilah wartawan wartawan istimewa. Pada hujung jari mereka setiap cerita dan berita di dalam kamar bicara akan disampaikan kepada semua.

Merekalah yang saya rasa punya kuasa eksekutif untuk menceritakan sesuatu kes yang mereka layani setiap hari di kamar bicara. Jika mereka menambah sedikit sahaja rempah dalam laporan mereka, yang jahat akan kelihatan sangat jahat, yang baik akan kelihatan sangat sangat baik dan mungkin juga mengubah pandangan masyarakat secara total terhadap sesuatu itu.

Jangan terperanjat jika otai-otai wartawan mahkamah ini lebih pandai dari peguam. Maklumlah setiap hari berada di kamar bicara.

Namun mereka juga harus sangat jujur. Mereka harus melaporkan apa yang mereka lihat dan teliti sambil memegang rahsia. Apa yang boleh disampaikan dan apa yang tidak boleh disampaikan.

Jujurnya saya tak mampu jadi wartawan seperti mereka. Saya sentiasa mahu bercerita dan pastinya banyak nanti rahsia mahkamah terbongkar.

Lewat petang sudah, namun mereka masih leka di depan monitor. Saya pula terkulat kulat menunggu… Hehehe

Posted with WordPress for BlackBerry.

Pidato 6 minit yang cukup berkesan!

Posted in Uncategorized on Ogos 19, 2010 by syirfan

Saya sangat terinspirasi dengan dengan pidato anak kecil ini – Severn Suzuki.

Lantas saya attachkan disini sebagai rujukan atau mungkin boleh menginspirasi orang lain. Sudilah memahami dan menilainya…

Test

Inilah Isi pidato tersebut: (Sumber: The Collage Foundation)

Halo, nama Saya Severn Suzuki, berbicara mewakili E.C.O – Enviromental Children Organization Kami adalah kelompok dari Kanada yg terdiri dari anak-anak berusia 12 dan 13 tahun, yang mencoba membuat perbedaan: Vanessa Suttie, Morga, Geister, Michelle Quiq dan saya sendiri.

Kami menggalang dana untuk bisa datang kesini sejauh 6000 mil untuk memberitahukan pada anda sekalian orang dewasa bahwa anda harus mengubah cara anda, hari ini di sini juga. Saya tidak memiliki agenda tersembunyi. Saya menginginkan masa depan bagi diri saya saja.

Kehilangan masa depan tidaklah sama seperti kalah dalam pemilihan umum atau rugi dalam pasar saham. Saya berada disini untuk  berbicara bagi semua generasi yg akan datang.

Saya berada disini mewakili anak-anak yg kelaparan di seluruh dunia
yang tangisannya tidak lagi terdengar.

Saya berada disini untuk berbicara bagi binatang-binatang yang sekarat yang tidak terhitung jumlahnya diseluruh planet ini karena kehilangan habitatnya. Kami tidak boleh tidak di dengar.

Saya merasa takut untuk berada dibawah sinar matahari karena
berlubangnya lapisan OZON. Saya merasa takut untuk bernafas karena saya tidak tahu ada bahan kimia apa yg dibawa oleh udara.

Saya sering memancing di Vancouver bersama ayah saya hingga beberapa tahun yang lalu kami menemukan bahwa ikan-ikannya penuh dengan kanker. Dan sekarang kami mendengar bahwa binatang-binatang dan tumbuhan satu persatu mengalami kepunahan tiap harinya – hilang selamanya.

Dalam hidup saya, saya memiliki mimpi untuk melihat kumpulan besar binatang-binatang liar, hutan rimba dan hutan tropis yang penuh dengan burung dan kupu-kupu. Tetapi sekarang saya tidak tahu apakah hal-hal tersebut bahkan masih ada untuk dilihat oleh anak saya nantinya.

Apakah anda sekalian harus khawatir terhadap masalah-masalah kecil ini ketika anda sekalian masih berusia sama serperti saya sekarang?

Semua ini terjadi di hadapan kita dan walaupun begitu kita masih tetap
bersikap bagaikan kita masih memiliki banyak waktu dan semua pemecahannya. Saya hanyalah seorang anak kecil dan saya tidak memiliki semua pemecahannya. Tetapi saya ingin anda sekalian menyadari bahwa anda sekalian juga sama seperti saya!

Anda tidak tahu bagaimana caranya memperbaiki lubang pada lapisan ozon kita. Anda tidak tahu bagaiman cara mengembalikan ikan-ikan salmon ke sungai asalnya. Anda tidak tahu bagaimana caranya mengembalikan binatang-binatang yang telah punah.

Dan anda tidak dapat mengembalikan hutan-hutan seperti sediakala di tempatnya, yang sekarang hanya berupa padang pasir. Jika anda tidak tahu bagaima cara memperbaikinya. TOLONG BERHENTI  MERUSAKNYA!

Disini anda adalah delegasi negara-negara anda. Pengusaha, anggota perhimpunan, wartawan atau politisi – tetapi sebenarnya anda adalah ayah dan ibu, saudara laki-laki dan saudara perempuan, paman dan bibi – dan anda semua adalah anak dari seseorang.

Saya hanyalah seorang anak kecil, namun saya tahu bahwa kita semua adalah bagian dari sebuah keluarga besar, yang beranggotakan lebih dari 5 milyar, terdiri dari 30 juta rumpun dan kita semua berbagi udara, air dan tanah di planet yang sama – perbatasan dan pemerintahan tidak akan mengubah hal tersebut.

Saya hanyalah seorang anak kecil namun begitu saya tahu bahwa kita
semua menghadapi permasalahan yang sama dan kita seharusnya bersatu untuk tujuan yang sama.

Walaupun marah, namun saya tidak buta, dan walaupun takut, saya tidak ragu untuk memberitahukan dunia apa yang saya rasakan.

Di negara saya, kami sangat banyak melakukan penyia-nyiaan. Kami
membeli sesuatu dan kemudian membuang nya, beli dan kemudian buang.

Walaupun begitu tetap saja negara-negara di Utara tidak akan berbagi  dengan mereka yang memerlukan. Bahkan ketika kita memiliki lebih dari cukup, kita merasa takut untuk kehilangan sebagian kekayaan kita, kita takut untuk berbagi.

Di Kanada kami memiliki kehidupan yang nyaman, dengan sandang, pangan dan papan yang berkecukupan – kami memiliki jam tangan, sepeda, komputer dan perlengkapan televisi.

Dua hari yang lalu di Brazil sini, kami terkejut ketika kami
menghabiskan waktu dengan anak-anak yang hidup di jalanan. Dan salah satu anak tersebut memberitahukan kepada kami: ” Aku berharap aku kaya, dan jika aku kaya, aku akan memberikan anak-anak jalanan makanan, pakaian dan obat-obatan, tempat tinggal, cinta dan kasih sayang ” .

Jika seorang anak yang berada dijalanan dan tidak memiliki apapun,
bersedia untuk berbagi, mengapa kita yang memiliki segalanya masih
begitu serakah?

Saya tidak dapat berhenti memikirkan bahwa anak-anak tersebut berusia sama dengan saya, bahwa tempat kelahiran anda dapat membuat perbedaan yang begitu besar, bahwa saya bisa saja menjadi salah satu dari anak-anak yang hidup di Favellas di Rio; saya bisa saja menjadi anak yang kelaparan di Somalia ; seorang korban perang timur tengah atau pengemis di India .

Saya hanyalah seorang anak kecil, namun saya tahu bahwa jika semua uang yang dihabiskan untuk perang dipakai untuk mengurangi tingkat kemiskinan dan menemukan jawaban terhadap permasalahan alam, betapa indah jadinya dunia ini.

Di sekolah, bahkan di taman kanak-kanak, anda mengajarkan kami untuk berbuat baik. Anda mengajarkan pada kami untuk tidak berkelahi dengan orang lain, untuk mencari jalan keluar, membereskan kekacauan yang kita timbulkan; untuk tidak menyakiti makhluk hidup lain, untuk berbagi dan tidak tamak.

Lalu mengapa anda kemudian melakukan hal yang anda ajarkan pada kami supaya tidak boleh dilakukan tersebut?

Jangan lupakan mengapa anda menghadiri konperensi ini, mengapa anda melakukan hal ini – kami adalah anak-anak anda semua. Anda sekalianlah yang memutuskan, dunia seperti apa yang akan kami tinggali.

Orang tua seharus nya dapat memberikan kenyamanan pada anak-anak mereka dengan mengatakan, ” Semuanya akan baik-baik saja , ‘kami melakukan yang terbaik yang dapat kami lakukan dan ini bukanlah akhir dari segalanya.”

Tetapi saya tidak merasa bahwa anda dapat mengatakan hal tersebut
kepada kami lagi. Apakah kami bahkan ada dalam daftar prioritas anda semua? Ayah saya selalu berkata, “Kamu akan selalu dikenang  karena perbuatanmu, bukan oleh kata-katamu”.

Jadi, apa yang anda lakukan membuat saya menangis pada malam hari. Kalian orang dewasa berkata bahwa kalian menyayangi kami. Saya menantang A N D A , cobalah untuk mewujudkan kata-kata tersebut.

Sekian dan terima kasih atas perhatiannya

Gesang Martohartono dan legasinya – “Bengawan Solo”

Posted in Buah Fikiran, Senyum Tangis 'Aku', Uncategorized on Mei 21, 2010 by syirfan

“Bengawan Solo” pernah menjadikan Gesang Martohartono memperoleh Bintang Penghargaan dari  Maharaja Akihito pada 1992 dan Tanda Kehormatan Bintang Budaya Parama Dharma dari Presiden Indonesia. Lagu ini juga pernah diterjemah kepada 13 bahasa dan pernah digunakan di dalam sebuah filem Jepun.

Lagu yang disiapkan pada tahun 1940 selama 6 bulan oleh Gesang Martohartono ini berkisar kepada sungai yang terpanjang di Jawa. Lagu ini juga terasa sangat dekat dengan kita di Malaysia.

Semalam, pencipta lagu Bengawan Solo ini pergi mengadap tuhannya. Bagi peminat lagu Allahyarham seperti saya, Allahyarham bukan meninggalkan  sebuah lagu biasa. Allahyarham meninggalkan sebuah legasi – “Bengawan Solo!”

Al-Fatihah.

Lagu yang mengikat makna

Posted in Uncategorized on Disember 28, 2009 by syirfan

Banyak-banyak lagu Melayu, lagu Lemak Manis ini yang cukup terkesan dalam hidup saya. Lagu ini mengikat pelbagai makna kenangan.

Untuk kawan-kawan yang pernah “melalak” dengan lagu ini, saya tinggalkan saat indah itu disini… layanlah kalau sudi..

Dubai : Kota Yang Tidak Mahu Tidur…

Posted in Uncategorized on Jun 1, 2009 by syirfan

Sebentar tadi kami tiba untuk transit di Dubai. Pukul 4 pagi.

Namun, apa yang boleh kita katakan pada Dubai yang berjaya menjadi kota impian. 4 pagi, bandar masih bercahaya terang. Lapangan Terbnag Antarabangsa masih dipenuhi pelancong silih berganti.

Kami hanya melayan mata…

Sebentar nanti (7 pagi waktu tempatan) kami akan berlepas ke Sanaa, Yaman. Tak sabar untuk sampai ke sana…

Tak sabar untuk mengetahui ‘wajah’ madrasah yang bakal di dokumentarikan…

Jumpa di Sanaa – Kota Nabi Nuh!

Jika Ayah Tiada…

Posted in Uncategorized on Mei 21, 2009 by syirfan

Jika Ayah Tiada…

(Pesan ayah yang akan memulakan  kembara)

 

Syahmi,

Jika kau bangun dari tidur kau lihat ayah tiada

Pandanglah pada dapur

Disitu ayah tinggalkan kedewasaan.

 

Syahmina,

Jika kau bangun dari tidur kau lihat ayah tiada

Pandanglah pada bilik tidurmu

Disitu ayah tinggalkan kerinduan

 

Syamil,

Jika kau bangun dari tidur kau lihat ayah tiada

Pandanglah pada ruang tamu

Disitu ayah tinggalkan harapan

 

Sayangku,

Jika kau bangun dari tidur kau lihat ayah tiada

Lihatlah rumah kita

Disitu ayah tinggalkan cinta!

 

Ayahmu – Syirfan